Rel dan Kereta

Apa jadinya jika rel tanpa kereta, atau kereta tanpa rel, atau bukan keduanya tapi mesti berjalan pada garis yang telah ditentukan, atau semuanya hanya alat mencaai tujuan, atau tujuan itu hanya sesuatu yang klise dan tidak nyata karena segalanya hanya berputar pada as tak berujuang, ah ausdahlah, keret atu memang membawa orang-orang dan barang pergi, lalu datang lagi dengan orang-orang dan barang-barang lagi, lalu pergi lagi, begitu terus hingga lelah dan renta, hingga datang yang baru dan muda, hingga tiba jaman kiamat bagi rel dan kereta.

Saya

Karena seperti Susan Sontag katakan bahwa mungkin segala sesuatu yang kini ada hanya untuk berakhir dalam foto, kereta, rel, jerigen, dan bayangan saya. semuanya hanya usaha mengabadikan dunia yang pelan-pelan menghilang, seperti menerjemahkan sebagian memori otak yang akan mati dan mengurai. sisanya akan menjadi kenangan visual yang tak bisa dituang dalam bentuk soft copy.

Menunggu

Holcim Diam

Barkod

Prambanan Ekspress

Holcim Berlalu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: