Kau

DSC08289

Kekasihmu terbelah berbilah
Seperti kau tinggalkan tubuh dan pergi ke Mekkah, Istanbul, Paris, New York, Tokyo, Tibet
tak kau temukan dirimu
Kau turuti jalan sutra, mengintip patner Columbus ke Amerika, menguntit setiap langkah Casanova
Kau kehilangan kekasihmu
Kepada semua pilihan dan kebencian kau berkata
“Ku ikrakan janjiku kepada perantara,
kutancapkan bilahmu di jantung istriku,
supaya aku tak kehilanganmu,
supaya tak ada yang tau,
supaya dapat kusematkan ciumanku, untukmu, di bibirnya”
Supaya tak ada yang tau kau keparat.
Semua perjalanan yang tak juga mulai
Bulan madu yang menyesak ke bilah batu
Dan perempuan yang menjebakmu ke dalam daftar tagihan
Kau tutup jendela dan pintu depan
Bercinta hingga kelelahan
Ah…semua cuma soal pilihan
Separuh telanjang, kau cari dirimu di ranjang, di kamar mandi, di cermin, di Mekkah, Istanbul, Paris, New York, Tokyo, Tibet
Kau tanya istrimu, tukang sayur, debt collector, pemuka agama, google, cermin
Dirimu belum ketemu
Tengadah, kau bisiki Tuhan
‘Ada penulis puisi yang mestinya mati’

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: