Sejarah

 

Sejarah berasal dari kata sajaratun (Bahasa Arab) artinya pohon atau silsilah. Sedang bahasa Yunani menggunkan kata historia yang berarti ilmu atau orang pandai. Bung Karno dalam suatu pidatonya pernah menggunakan istilah jas merah ” jangan sekali-kali melupakan sejarah” (Bung Karno). mengapa posisi sejarah begitu penting sehingga masuk dalam kurikulum pendidikan wajib. Meskipun lebih sering merasa tertekan, sesuai dengan kata seseorang di twitter “kenapa dulu saya tak suka pelajaran sejarah? Karena sebagai cerita ia tak pernah utuh”.

Daya tarik suatu cerita kadang malah terletak pada ketidaklengkapannya sehingga ada hasrat ingin tahu. Namun ketidak lengkapan yang ada pada kurikulum sekolah itu sepertei puzzle yang terlalu banyak kosongnya. Ia tak membentuk apapun selain kepingan-kepingan yang seolah berdiri sendiri. Bahkan pada topik yang sama pun sulit sekali untuk menemukan benang merahnya.

Mengapa setelah membencinya di bangku sekolah hingga kuliah selama bertahun-tahun saya kini berusaha mendekatinya? Perlahan mulai tampak pula daya tariknya. Ia tak kalah menarik dengan kisah seribu satu malam. Ia bisa menjadi dongeng pengantar tidur yang manis.

Menemukan bahwa ternyata sejarah tak seperti yang di ajarkan di bangku sekolah Indonesia, tak semata-mata ditanyakan tokohnya tanpa benar-benar paham perbuatannya. Sejarah itu bukan sekedar manuscript kuno, atau prasasti maupun tugu peringatan. Dari sana pula sedikit banyak saya bisa menelaah peran sejarah dalam hidup, karena memisahkannya pun sebenarnya tak mungkin.

Siapa saya, siapa Anda, siapa mereka, itulah yang dimaksud dalam bahwa sejarah berarti silsilah. Dari ketidak tahuan itulah muncul perasaan nyesek. Siapa saya sebagai pribadi, sebagai anggota keluarga, bahkan sebagai bangsa. Maka tak salah jika Bung Karno mengungkapkan untuk jangan melupakan sejarah, karena kita sama-sama lihat bagaimana keadaan bangsa yang mulai melupakan sejarahnya. Ia menjadi kerdil, dan menunduk.

Hidup di tempat yang sama dengan orang-orang yang terdahulu tapi tak tahu apa-apa tentang mereka juga tempatnya kemungkinannya adalah saya terlalu sombong atau terlalu kurang pergaulan atau telalu tidak terdidik, menyedihkan.

Meneruskan suatu peradaban hingga seperti ini pastilah ada prosesnya. Ada penemuan, kemudian timbul pro dan kontra, kemudian ada penolakan, pergeseran nilai, perubah, lalu penerimaan hal baru, ada penindasan lalu ada orang-orang yang terus-terusan mengibarkan perdamaian, ada yang terus-terusan merasa benar tak menoleh sedikitpun pada derita pemaksaan. Sejarah nbisa bicara lebih banyak untuk permasalahan itu.

Apa yang kita alami hari ini kemungkinan pernah dialami pendahulu kita sebelumnya. Lalu, apakah jika mengerti sejarah kesalahan di masa lalu akan berhenti terulang? Orang-orang akan menjadi bijaksana. Peradaban akan menjadi lebih baik.

Tentu tidak, ilmu hanya bermanfaat bagi yang berpikir. Sehebat apapun referensinya tidak akan membuatnya naik kelas jika ia hanya memakainya untuk bersolek.

Semoga yang baik selalu terlihat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: