Nasi Goreng

Nasi goreng coklat, manis kecap, enak di awal lalu enek dari separuh hingga seluruh sisanya di warung pinggir jalan itu seolah memaksaku kembali pada suatu pagi di bulan Juli 2005 dengannya, kemudian tersadar bahwa ini adalah 2012 karena tahun lalu aku bedoa untuk jumpa dengannya tahun ini.

Waktu itu sekitar pukul 8 pagi, warung dari sepasang kakek nenek di Telogo Putri masih sepi, masih dingin, matahari masih sedikit menyembul dari bukit yang mngelilingi lembah berbentuk tapal kuda.  Dari mereka tersedialah nasi goeng coklat, manis kecap, di tindih telur ceplok. Rasanya lumayan, terasa home made-nya kemudian setelah beberapa suap rasanya menjadi terlalu berlbihan sehingga kami mengurangi kecepatan menyuapn hingga berhenti sama sekali karena semakin lama sepertinya berada di luar toleransi mulut dan perut.

Apa saja dapat membawa seseorang kemana saja dan kapan saja.  Tak peduli jika itu hanya halusinasi ataupun kenang-kenangan tapi memang di situlah pikiran berada. Berselang seling antara nasi goreng waktu itu dan nasi goreng tadi malam. Melesat kesana kemari dalam kecepatan puluhan kali per detik. Hingga akhirnya keberadaan fisik menarik kembali dari ide-ide nasi goreng di dua tempat berbeda, kembali ke realitas bahwa aku menyanding orang yang berbeda.

Ingatan, doa, dan waktu akhirnya menyatakan bahwa aku tak ingin ketemu dalam waktu dekat ini. Beniat menunda kekecewaan lagi dan mungkin juga mengumpulkannya lalu menjilidnya dengan perasaan amburadul yang lain.

Kenang-kenangan atau mungkin halusinasi kadang menjadi cara untuk mangkir dari realitas, sekaligus pertanda betapa seseorang lekat dengan sesuatu. Hingga memisahkannya akan seperti memangkas beberapa fungsi emosi, meskipun memeliharanya menjadi semacam pelestarikan sifat adiksi.  Nyatanya aku tau sedang menghadapi nasi goreng dan dengan pria berbeda di sebelahku, tapi rasa nasi goreng yang enak di awal enek kemudian itu memicu ingatan yang sangat kuat dan lumayan detail.  Kukira ini belum sampai pada taraf kegilaan, hanya saja ingatan yang muncul terus menerus tentang pria itu mungkin akan benar-benar membuatku gila.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: