Rimba Masa Kini

Anak pinggir hutan adalah urusan masa lalu, tapi berlaku hingga kini. Segalanya hanya semakin menegaskan bahwa korupsi bukanlah tindakan para elit. Korupsi adalah perilaku berjamaah, pada hakekatnya adalah konformitas masyarakat dari kelas terkecil hingga mereka yang berhubungan dengan hukum dan jabatan.

Kini saat telah menjadi mahasiswa, meskipun bukan aktivis, dan membacai berita politik dan ketidakadilan sosial, saya menyadari bahwa korupsi itu telah terskemakan dan bahkan seringkali menjadi kebanggaan. Seberapa banyak seseorang bisa korupsi maka sebanyak itu ia mampu menggunakan kesempatan yang ada.

Korupsi dari dalam dan luar hutan terus terjadi selama periode ilegal logging, juga selama hutan masih menyimpan sesuatu untuk di jarah, kayunya, bunganya, binatangnya, tanahnya. Selama periode itu hutan adalah tempat yang ramai dukunjungi siang dan malam.

Bertahun kemudian saat berusaha mencari kembali akarku hutan bukan lagi tempat bemain. Merana dengan dominasi jati dan singkong. Anggrek tanah, ayam hutan. macan cecep, alap-alap, dah berbagai tanaman liar yang tak pernah kukenal namanya hilang bersama cangkulan tanah yang berubah menjdi lahan singkong dan pohon jati sebagai pengganti.

Anak gembala yang ke tepian hutan sepulang sekolah juga tak ada lagi. Tak ada lag bocah-bocah ceria yang memanjat pohon tinggi untuk mendapatkan buah berasa asam berbentuk kelereng, atau yang lebih dewasa menggembalakan sapi di sabana sempit dan sholat di bawah pohon yang tidak terlalu rindang, lalu memandikannya di mata air agak bawah sana.

Selain kayu tempat bermain juga menjadi jarahan rupanya. Hingga akhirnya pada generasi kini anak-anak lebih banyak nonton tv dibandingkan mandi di kali.

Nostalgia adalah cara yang paling mungkin dalam menghadapi ketercerabutan ini. Sambil memandang sistem korup, dan sedikit bertanya-tanya bagaimana orang-orang ikut ambil bagian dalam korupsi tapi mereka menuduh rezim penguasa pelakunya. Bagaimana para polisi hutan mendapat persenan dari penjarahan sekaligus memeras pelaku jika ada yag terkena sial saat dinas kehutanan iseng-iseng razia.

Anak tepi hutan adalah masa lalu karena hutan itu sendiri tak lagi bertepi. Orang-orang mejadikan seluruhnya sebagai rimba.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: